INFO LOWONGAN KERJA TERBARU KLIK DISINI

Kacau, Pendidikan Dasar Kita Lebih Banyak Akademiknya Daripada Nilai Kecerdikan Pekerti

 Pendidikan Dasar Kita Lebih Banyak Akademiknya Daripada Nilai Budi Pekerti Kacau, Pendidikan Dasar Kita Lebih Banyak Akademiknya Daripada Nilai Budi Pekerti
Pendidikan dasar di negeri ini harus dibenahi dengan menekankan pendidikan karakter.

Pendidikan dasar seharusnya menempatkan pendidikan abjad sebagai titik tekan. Di tingkat pendidikan dasar yang diharapkan yaitu mengajarkan nilai-nilai integritas yang didalamnya mengandung kejujuran, bertanggung jawab, konsisten, nilai-nilai kemandirian, dan nilai-nilai persatuan yang mengajarkan toleransi, hormat menghormati, moral kepada yang lebih tua.

"Pendidikan nilai-nilai inilah bergotong-royong yang akan membekali orang untuk menghadapi dunia nyata, apa yang sering juga disebut sebagai life skills," kata Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia Profesor Hamdi Muluk yang kutip dari Republika (27/02).

Menurutnya, sesudah nilai-nilai itu tertanam dengan baik dan menghasilkan karakter yang kuat maka anak gres mulai diajari menguasai keterampilan skolastik menyerupai membaca, berhitung, berbahasa, dan ilmu pengetahuan. Bukan justru sebaliknya. Pendidikan dasar di negeri ini harus dibenahi dengan menekankan pendidikan karakter.

"Sistem pendidikan dasar kita ini agak kacau. PAUD, TK, dan SD lebih banyak muatan akademiknya ketimbang pendidikan nilai-nilai kebijaksanaan pekerti," kata Hamdi.

Dengan pendidikan dasar menyerupai sekarang, tak mengherankan muncul banyak sekali tindakan tak pantas dari anak sekolah menyerupai tawuran, bullying, sampai melaksanakan kekerasan kepada guru. Hal itu diperparah dengan imbas lingkungan dan ketiadaan teladan dari tokoh-tokoh yang semestinya menunjukkan referensi yang baik.

Baca: Mendikbud Tak Suka Guru Terlalu Sabar, Harus Berwibawa

Oleh sebab itu, selain pembenahan pendidikan dasar juga perlu diperkuat pendidikan abjad bagi generasi muda. Ia berharap pendidikan agama lebih mencerahkan belum dewasa untuk menghargai kehidupan yang lebih demoktaris, toleran, hormat menghormati, rahmatan lil alamin. Bukan malah dikasih doktrin kaku halal atau haram, kafir, sesat, dan sebagainya.

"Ini supaya belum dewasa tidak tumbuh dengan fanatisme agama yang ekstrem sebab ini yang menjadi bibit-bibit radikal teroris di masa depan. Guru-guru agama juga perlu ditatar ulang biar sanggup mengajarkan kepada muridnya nilai-nilai agama yang santun dan menghargai antarumat," kata anggota kelompok jago BNPT ini.

INFO LOWONGAN KERJA TERBARU KLIK DISINI

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel